3 Model Percakapan

by -291 views
3 Model Percakapan - Cak windra
3 Model Percakapan - Cak windra
Oleh @Cak Windra

OPINI.PERDANANEWS.com3 Model Percakapan. Teknologi berkembang begitu pesatnya dan terjadi dimana-mana di desa ataupun di kota. Memang perkembangan teknologi memberikan manfaat yang cukup besar dikehidupan manusia dalam kesehariannya. Bukan hanya memberikan kemudahan untuk kelancaran beraktifitas agar apa yang dilakukan cepat selesai. Namun juga penyampaian informasi bisa lebih cepat tidak memperlukan waktu yang terlalu lama. Lain halnya seperti zaman dahulu memperlukan waktu yang lumayan untuk mendapatkan suatu kabar dari perorangan, maupun dari surat kabar. Tetapi era sekarang informasi bisa disampaikan begitu cepat dan setiap orang bisa berbagi info atau cerita.

Bicara merupakan tanda kehidupan dan kemampuan bagi manusia dalam mengungkapkan fikirannya apa yang sedang dirasakan. Untuk melahirkan apa yang ada didalam fikirannya bisa melalui dengan tulisan, berbicara langsung dan juga bisa menggunakan isarat. Karena bicara atau ngomong adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa dihalangi harus mengatakan apa. Misalnya saja kita mengetahui banjir sampai keatap rumah di daerah tertentu maka secara sepontan akan mengatakan : Kenapa membangun rumah dipinggiran kali. Hal tersebut diketahui dari layar televisi yang ada dalam acara berita dan itu terucap begitu saja. Lalu menjadi bahan obrolan diwaktu itu juga dengan teman-temannya yang ikut menyaksikan.

Tentu hal diatas tidak bisa dikatagorikan sebagai hoax atau kebohongan. Apabila ada sejumlah orang mendiskusikan apa yang diketahui dari sumber berita. Sedangkan pemahaman orang beda-beda dari orang yang satu dan orang lainnya. Informasi bisa didapatkan dari siapa saja dan cepat tersebar luas. Apalagi setiap orang memiliki akun media sendiri sehingga apa yang dialami lalu diunggah sekedar berbagi. Dari situ banyak orang yang memaknai dengan sudut pandangnya masing-masing sejauh penglihatan pemikirannya. Sehingga tidak bisa disalahkan apabila orang tersebut menyampaikan kepada temannya yang belum mengetahui peristiwa itu lalu ia menceritakan kembali, sesuai apa yang difahaminya.