, ,

Pandemi, Trade War & Omnibus Law

by -598 views
Pandemi, Trade War & Omnibus Law - Hatma Suryoharyo
Pandemi, Trade War & Omnibus Law - Hatma Suryoharyo

Oleh: Hatma S.

OPINI.PERDANANEWS.com Pandemi, Trade War & Omnibus Law. Pandemi COVID-19 telah menghantam banyak market di banyak negara. Lihat saja bagaimana market di Indonesia berjatuhan. Paling mudah dilihat adalah market di sektor pariwisata. Hancur karena orang enggan bepergian karena alasan kesehatan.

Namun ada satu negara digdaya yang justru diuntungkan dari pandemi COVID-19 ini. China! Kenapa pandemic COVID-19 ini bisa dianggap menguntungkan China?

Barangsiapa menguasai supply chain dunia, dunia ada dalam genggamannya.

Dari laman GraduateInstitute (Maret, 2020) dijelaskan bahwa “East Asian countries were invoicing approximately 80% of their exports in U.S. dollars (USD), including intra-regional trade.”

Laman Uni Eropa sendiri menjelaskan bahwa “In 2018, more than half of all goods imported into the EU were invoiced in US dollars”.

Informasi di atas menunjukkan bahwa Amerika Serikat (USA) masih menguasai current financial system. Lihat saja seperti apa kuatnya dollar (USD) dalam internasional trade. Tak hanya itu, dominasi USA juga terlihat dalam sistem aliran uang internasional melalui sistem SWIFT yang berbasis di Belgia, secara mayoritas aliran uang adalah dalam bentuk USD.

Aliran uang adalah satu dari tiga hal yang menjadi inti dari global supply chain. China sulit untuk mengambil alih dominasi ini. Maka jalan terbaik bagi mereka, menggunakan strategi Blue Ocean, China mengembangkan sistem tersendiri melalui Fintech. Dengan dua giants mereka yaitu Tencent dan Ant Financial.

Dari laman WartaEkonomi, mengemban status sebagai perusahaan teknologi keuangan terbesar di dunia, Ant Financial mencatatkan nilai valuasi mencapai US$150 miliar atau setara dengan Rp2,025 triliun terhitung sampai dengan pertengahan tahun 2018. Tak hanya itu, terhitung Maret 2018, Ant Financial telah digunakan oleh lebih dari 870 juta pengguna di seluruh dunia?